Menu
Blog My Account
View Cart(0) Checkout Blog

You have no items in your shopping cart.

Care Center 021-29022090

You have no items in your shopping cart.

Sepak Bola Untuk Perkembangan Anak

Thursday, December 5, 2013 3:29:56 AM Asia/Bangkok

Sepak bola adalah olahraga untuk semua; dimainkan siapa saja tak pandang kalangan dan usia. Dilakukan bersama-sama sehingga membuat suasana semarak barangkali menjadi salah satu alasan mengapa olahraga ini banyak digemari, atau minimal menarik perhatian masyarakat yang menjadikan medan laga selalu penuh suporter. Tak hanya itu, permainan seru ini ternyata juga punya banyak manfaat bagi perkembangan anak. Oleh karenanya, tak ada salahnya memperkenalkan sepak bola kepada si kecil yang punya energi dan semangat tinggi, apalagi jika ia adalah laki-laki. Anak laki-laki biasanya menyukai kegiatan outdoor yang memungkinkannya banyak gerak fisik; dan sepak bola nampaknya sangat sesuai untuknya.

 

1. Perkembangan fisik

Aktivitas yang mengharuskan gerak tubuh jelas sangat bagus untuk perkembangan anak dalam segi kesehatan fisik. Selain membuat metabolisme tubuh lancar, sepak bola sangat baik untuk meningkatkan kapasitas aerobik serta menjaga kesehatan jantung. Tak hanya itu, karena dalam olahraga ini anak diharuskan untuk berjalan, berlari, dan juga sprint, kekuatan, fleksibilitas serta ketahanan tubuhnya akan terlatih juga. Belum lagi pembakaran lemak yang terjadi saat si kecil mengeluarkan keringat. Dijamin otot tubuhnya akan terbentuk dan juga jauh dari obesitas alias kegemukan yang diyakini merupakan gerbang pembuka bagi penyakit lainnya.


2. Perkembangan psikis

Tak hanya berdampak pada perkembangan fisik anak, sepak bola juga memengaruhi perkembangan psikisnya. Pertama, sepak bola adalah olahraga yang menyenangkan, FUN! Bagaimana tidak, anak-anak pastinya akan gembira, bersemangat, dan antusias ketika berkumpul dan bermain dengan teman sebaya. Kedua, kepercayaan diri akan muncul ketika anak berlaga dalam tim. Ia “dipaksa” memiliki keyakinan diri bahwa tiap anggota tim memiliki perannya masing-masing dan harus melakukan yang terbaik untuk bisa memenangkan pertandingan. Oleh karena sepak bola adalah group activity, tekanan yang dirasakan anak juga tidak sebesar ketika dirinya melakukan olahraga yang mengekspos kemampuan satu individu seperti bulu tangkis, kasti, atau baseball. Minimnya tekanan personal membuat perasaannya lebih bebas dan lepas sebab kalah-menang adalah tanggung jawab tim. Kebebasan perasaan dan rasa senang sangat baik untuk perkembangan psikis anak karena olahraga sudah seharusnya memberikan keceriaan dan kebahagiaan, bukannya tekanan.


3. Social skill

Ini dia satu skill yang tidak ia dapatkan di pelajaran sekolah, yaitu kemampuan bersosialisasi. Kemampuan yang berhubungan dengan kehidupan sosial secara luas ini bisa dimulai dari lingkup kecil, misalnya permainan tim berupa sepak bola tadi. Dengan bekerja dalam tim, anak belajar bagaimana bekerja sama, berkomunikasi dan berkoordinasi dengan orang lain. Bertukar ide dengan cara yang dapat dipahami pun ia pelajari di sini sehingga tim bisa bermain dengan baik dan keluar membawa menang. Sepak bola juga mengajarkan nilai kebersamaan dan sportifitas; tanpa rasa ini tak mungkin suatu tim dapat memenangkan pertandingan karena para anggota harus bekerja sama sebagai satu kesatuan. Hal terakhir yang baik untuk perkembangan anak Anda adalah leadership atau kepemimpinan. Apalagi jika ia didapuk menjadi kapten tim, buah hati harus bisa memimpin dan mengarahkan kawan-kawannya dengan cara yang baik dan bisa diterima orang lain untuk mencapai tujuan, yakni kemenangan.

This entry was posted in Anak and tagged

Share this article on

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.

click here to log in