Menu
Blog My Account

You have no items in your shopping cart.

Care Center 021-29022090

You have no items in your shopping cart.

Gejala Depresi Yang Penghambat Perkembangan Psikis Anak

Thursday, January 16, 2014 3:10:04 AM Asia/Bangkok

Berbicara mengenai perkembangan anak, mungkin ini adalah hal yang masuk dalam daftar prioritas utama bagi orang tua. Akan tetapi, walaupun telah berusaha melindungi anak dari berbagai macam gangguan, terkadang masalah itu tetap saja ada. Salah satunya adalah depresi pada anak.

 

Depresi adalah sebuah gangguan perkembangan psikis yang tidak disebabkan oleh satu alasan melainkan beberapa faktor. Secara medis, depresi diakibatkan oleh rendahnya level neurotransmitter, zat kimia yang bertanggung jawab membawa sinyal-sinyal dalam sistem saraf, dalam otak. Kekurangan zat ini akan membatasi kemampuan seseorang untuk bahagia.

 

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seorang mengalami gangguan perkembangan psikis ini. Faktor genetik adalah salah satunya. Selain itu kejadian-kejadian seperti kematian orang tercinta, perceraian, atau kesulitan beradaptasi dengan daerah baru dapat memicu terjadinya depresi atau kesedihan berlebihan.

 

Depresi pada anak berbeda dengan kesedihan atau emosi yang biasa ditunjukkan setiap hari. Hanya karena anak terlihat sedih, bukan berarti dia mengalami depresi. Akan tetapi, jika kesedihan si kecil berlangsung secara terus menerus dan mengganggu kehidupan sehari-hari, maka Anda wajib waspada karena ini adalah gejala awal depresi.

 

Secara umum, terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan acuan untuk menentukan apakah seorang anak mengalami gejala depresi, antara lain :

 

(a) Timbulnya suatu perasaan dimana seseorang merasa sangat murung tanpa ada alasan jelas.

(b) Kekurangan energi dan tak mampu melakukan apapun.

(c) Merasa tidak mampu menikmati sesuatu yang biasanya menyenangkan. Kehilangan antusisme dalam memainkan mainan kesayangan.

(d) Malas berinteraksi dengan teman maupun keluarga.

(e) Anak menjadi sangat sensitif. Biasanya ia akan menjadi mudah marah dan tegang.

(f) Tidak mampu berkosentrasi.

(g) Terjadi perubahan dalam pola makan dan tidur.

(h) Terjadi kehilangan atau pertambahan berat badan secara signifikan.

(i) Tiba-tiba merasa bersalah tanpa penyebab yang jelas.

(j) Merasa sakit walaupun tubuhnya baik-baik saja

(k) Kehilangan antusiasme untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan masa depan.

(l) Sering memikirkan atau membicarakan tentang kematian dan bunuh diri.

 

Jika merasa bahwa si kecil memiliki gangguan perkembangan psikologi anak semacam ini, maka penting bagi Anda untuk mengambil langkah yang cepat dan tepat. Yang dapat Anda lakukan adalah berbicara dengan si kecil dan dokter keluarga. Semakin cepat Anda mengetahui gangguan prilaku ini, maka semakin cepat pula sang buah hati mendapatkan pertolongan.

 

Pada dasarnya, dengan perkembangan dunia kesehatan saat ini, depresi dapat disembuhkan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 80% individu yang menderita depresi dapat kembali menjadi orang normal. Secara medis, gangguan perkembangan semacam depresi ini dapat disembuhkan dengan psikoterapi, obat-obatan, atau kombinasi antara keduanya.

 

Apa yang telah dibicarakan diatas merupakan beberapa hal yang harus diketahui tentang depresi yang terjadi pada anak. Dengan mengetahuinya, Anda dapat mengambil langkah paling tepat untuk menangani si kecil yang mengalami gangguan perkembangan psikis ini.

This entry was posted in Anak and tagged

Share this article on

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.

click here to log in