Menu
Blog My Account
View Cart(0) Checkout Blog

You have no items in your shopping cart.

Care Center 021-29022090

You have no items in your shopping cart.

Belajar Membaca dan Menulis

Tuesday, June 11, 2013 7:46:56 AM Asia/Bangkok

Pendidikan merupakan hal penting yang layaknya diberikan kepada anak, baik pendidikan formal maupun pendidikan informal yang mereka dapatkan secara otomatis melalui kehidupan sehari-harinya. Membaca dan menulis adalah dua hal dasar yang diajarkan melalui pendidikan formal seperti sekolah dan pendidikan ekstrakulikuler pada anak pra sekolah. Banyak cara mengajarkan anak untuk dapat membaca dan menulis. Pada jaman dahulu metode membaca adalah dengan cara mengeja. Pendidikan formal tersebut didapatkan pada anak pada saat berusia 6-7 tahun. Namun seiring perkembangan jaman dan kebutuhan pendidikan yang semakin tinggi, maka pada saat anak menginjak sekolah dasar sudah diharuskan dapat membaca dan menulis. Dan kenyataan nya mengajarkan anak membaca sejak usia dini menimbulkan efek positif dan tingkat kecerdasan serta perkembangan otak yang lebih pesat. Karena pada dasarnya cuma manusia yang dapat membaca. Membaca merupakan fungsi yang paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca.

Pendidikan membaca dan menulis pada masa sekarang dimulai sejak anak menginjak usia pra-sekolah. Umur 3 tahun adalah waktu yang pas untuk anak mulai mengenal huruf, kata, dan bagaimana cara membaca serta menulis kata tersebut. Pada usia 3 tahun motorik halus anak normalnya sudah mulai terlihat, hanya saya belum terasah dan belum banyak digunakan. Metode paling banyak digunakan dalam membaca Bahasa Indonesia adalah pengenalan huruf Vokal a-i-u-e-o kemudian pengenalan huruf konsonan K-T-D-M.

Ada hal menarik yang saya temui saat saya berbincang dengan salah satu pemilik Sekolah Baca-Tulis Bahasa Indonesia terkenal di Jakarta, beliau mengatakan cara membaca yang lebih efektif dan lebih cepat adalah dengan cara Ka-Ki-Ku-Ke-Ko ini, mengapa? Karena dengan mengeja, anak biasanya akan lebih lama dalam memproses, sementara pengenalan huruf vocal kemudian diberi konsonan dan membentuk kata-kalimat K-T-D-M seperi “Ka-Ki” akan lebih mudah di mengerti, selain itu menurut beliau bahwa penghafalan bukanlah cara terbaik mengajarkan anak tetapi memberi pengertian tentang huruf akan jauh lebih diterima.

Hal menarik lain nya adalah beliau telah melakukan penelitian pada salah satu buku yang di ambil secara acak dalam Bahasa Indonesia dan ditemukan bahwa kata-kata dasar dalam Bahasa Indonesia banyak menggunakan konsonan K. Seperti “Karena” , “Kita” , “Kaki” , “Kamu” , “Kakak” , “Kasih” dll, kemudian huruf konsonan terbanyak kedua adalah huruf T seperti “Teman” , “Tarik” , “Tamu”. Setelah itu huruf D dan huruf M. Mau mencoba membuktikan? Silahkan saja. Beliau juga mengisahkan banyak sekali contoh anak-anak sukses diusia yang sangat muda karena membaca, salah satunya adalah : Prof. Nelson Tansu, Ph.D yang dilahirkan di Medan, Sumatera Utara. Beliau adalah seorang ilmuan Fisika termuda asal Indonesia yang telah meraih gelar Doctor pada usia 25 tahun! Jadi mengajarkan membaca dan menulis bukanlah pilihan anda, melainkan cara untuk mencerdaskan anak di masa depan nya. –Far

This entry was posted in Anak and tagged

Share this article on

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.

click here to log in