Menu
Blog My Account
View Cart(0) Checkout Blog

You have no items in your shopping cart.

Care Center 021-29022090

You have no items in your shopping cart.

Anak vs Jarum Suntik, Cara Menenangkannya

Sunday, November 17, 2013 5:11:01 PM Asia/Bangkok

Orang tua tentu menyadari bahwa jarum suntik adalah sesuatu yang akan sering ditemui si kecil saat masuk ke ranah kesehatan. Entah itu untuk imunisasi, penyembuhan penyakit, atau transfusi darah, semuanya membutuhkan bantuan jarum suntik. Mungkin mudah bagi orang dewasa untuk disuntik. Anda cukup datang ke ruangan dokter dan beberapa menit kemudian segalanya kembali normal. Akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi anak-anak. Ketika berhadapan dengan jarum suntik, kebanyakan anak takut, menangis, bahkan menjerit. Hal ini dikarenakan di dalam benak mereka ada anggapan bahwa jarum suntik itu menyakitkan. Jika hal itu terjadi, Anda, perawat, dan dokter harus berusaha sekuat tenaga menenangkannya agar mau disuntik.

 

Jika Anda mengalami kejadian tersebut, beberapa poin di bawah ini dapat dijadikan pegangan untuk menenangkan anak yang takut dengan jarum suntik.

 

(1) Jangan membohongi si buah hati Jika Anda mengatakan disuntik tidak akan sakit namun dalam pelaksanaannya ia kesakitan, Anda akan kehilangan kepercayaan anak. Daripada mengatakan bahwa disuntik itu tidak sakit, sebaiknya Anda memberikan penjelasan bahwa disuntik memang menyakitkan tapi sakit tersebut akan hilang dalam waktu singkat. Setelah itu, semuanya akan baik-baik saja.

 

(2) Temani anak Terkadang, orang tua yang juga takut jarum suntik atau tidak tega melihat anak menangis lebih memilih meninggalkan si buah hati sendirian bersama dokter atau perawat. Jika hal ini terlintas, sebaiknya Anda mengurungkannya sebab Dr. Nakia Williams dan Dr.Jacqueline Smith, dokter anak, menyatakan bahwa biasanya orang tua adalah sosok pertama yang dilihat anak ketika penyuntikan berakhir. Apabila orang tua tidak ada, anak akan merasa Anda tidak peduli atau tidak dapat melindungi ketika mereka ketakutan.

 

(3) Jangan gunakan suntikan sebagai cara untuk mendisiplinkan si kecil. Seringkali, orang tua mengatakan jika anak nakal maka ia akan disuntik dokter. Jangan pernah mengatakannya sebab hal itu akan menimbulkan ketakutan yang sebelumnya tidak ada. Selain itu, mengatakan hal yang demikian akan menciptakan sebuah persepsi bahwa disuntik adalah sesuatu yang tidak akan mereka inginkan seumur hidup.

 

(4) Buat buah hati tenang Menenangkan anak adalah hal yang wajib dilakukan ketika Anda menemaninya disuntik. Anda bisa memeluk, mengelus punggung, atau menatap mata anak ketika ia akan disuntik. Selain itu, Anda dapat mengalihkan perhatiannya dengan menyanyi, menari, atau mendiskusikan hal-hal yang menyenangkan. Apabila anak masih menyusu, Anda dapat memberikan ASI selama penyuntikkan berlangsung. Laurel Schultz, dokter anak, menyatakan bahwa menyusui adalah obat penenang yang paling ampuh karena hal tersebut mengombinasikan pelukan, sentuhan kulit, menghisap, dan rasa manis dalam satu kesatuan.

 

(5) Penggunaan obat anestesi Jika Anda benar-benar ingin anak tidak kesakitan ketika berhadapan dengan jarum suntik, Anda dapat menghubungi dokter untuk berdiskusi tentang pemberian sebuah krim penawar sakit bernama EMLA. Tapi Anda harus ingat, pemberiaan krim ini harus berdasarkan resep dokter. Oleh karenanya jika dokter tidak mengijinkan, jangan memberikannya. Demikian beberapa poin yang bisa dijadikan panduan untuk menenangkan anak ketika ia berhadapan dengan jarum suntik. Dengan mengaplikasikan saran-saran tersebut, pengalaman suntik anak tidak akan seseram imajinasinya.

This entry was posted in Anak and tagged

Share this article on

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.

click here to log in