Menu
Blog My Account
View Cart(0) Checkout Blog

You have no items in your shopping cart.

Care Center 021-29022090

You have no items in your shopping cart.

Anak Laki Kok Berambut Panjang

Friday, May 31, 2013 10:53:41 AM Asia/Bangkok

Norma sosial dan nilai-nilai dalam masyarakat kita memberi gambaran yang tegas mengenai laki-laki berambut panjang. Selain dianggap tidak rapih & berkonotasi pemberontak, rambut gondrong pada laki-laki bahkan juga dianggap menyalahi kodrat. Sudah sepantasnya bahwa dari lahir sampai tua, laki-laki berambut pendek. Saat laki-laki dewasa memutuskan untuk memelihara rambutnya panjang, tentu sudah siap untuk menerima kritikan atau bahkan kesalahpahaman dari orang lain. Begitu juga saat orang tua memanjangkan rambut balita laki-lakinya, harus sudah siap dengan perbedaan pendapat dan kesalahpahaman orang lain.

Bukan hal yang asing lagi untuk kita lihat orang tua mendandani anak balita laki-laki dengan berambut panjang. Tentu orang tua memiliki pertimbangan sendiri seperti mengikuti trend, tampil beda, lucu, dsb. Masing-masing orang tentu sah-sah saja memiliki pendapat berbeda. Sang anak mungkin belum memikirkan penampilannya, belum memikirkan pendapat orang lain dan belum dapat mengutarakan keinginannya sendiri, sehingga orang tua bisa bebas mendandani anak. Dari segi kesehatan, memang sebaiknya rambut anak dipotong secara berkala. Potongan rambut pendek memang lebih praktis dan leluasa untuk anak bermain. Bahkan untuk anak perempuan yang diikat pun, rambut panjang kadang kala membuat anak lebih cepat kepanasan. Apalagi anak laki-laki yang lebih aktif. Keringat menempel pada rambut saat anak berlari-lari ,melompat-lompat, bermain di luar rumah. Merawat rambut panjang pada anak laki-laki membutuhkan perhatian ekstra. Bila orang tua ingin memanjangkan rambut anaknya, usahakan agar model rambut tidak menghalangi aktivitas belajar dan bermainnya. Kenyamanan dan kesehatan anak lebih penting daripada gaya. Orang tua harus cepat tanggap saat anak harus menggunakan aksesoris seperti bando, ikat rambut atau jepit rambut. Apalagi bila rambutnya mulai rontok, sering kusut, menghalangi matanya, sering menggaruk kulit kepala, atau ia mulai sering terlihat kepanasan & terganggu dengan rambutnya sendiri. Beberapa orang tua sebenarnya menginginkan anak perempuan, tetapi yang lahir justru anak laki-laki sehingga orang tua mendandani anaknya seperti perempuan. Masalah lain timbul saat ada orang yang salah memanggil anak laki-laki berambut panjang dan mengira bahwa anak ini adalah anak perempuan. Bahkan yang lebih mengerikan adalah saat anak menjadi di bully oleh teman-temannya karena rambutnya seperti perempuan. Saat identitas dirinya memberi informasi yang salah pada orang lain, kadang ibu juga menjadi terusik. Anak yang mendengar juga sudah mulai bisa mengkritisi, bahkan marah dan terusik saat dirinya disalah-artikan. Perhatikan perubahan perilaku anak dengan seksama, dan perhatikan pula apa yang ia ungkapkan. Bila anak mulai menutup diri dari teman-teman bermainnya dan diledeki, ada baiknya orang tua mengajak anak bicara agar anak tidak memendam perasaannya. Penerimaan diri dan keceriaan anak lebih penting daripada gaya rambut. -Hei

This entry was posted in Anak and tagged

Share this article on

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.

click here to log in