Menu
Blog My Account
View Cart(0) Checkout Blog

You have no items in your shopping cart.

Care Center 021-29022090

You have no items in your shopping cart.

10 Hal yang Bisa Dilakukan Moms dengan Satu Tangan

Thursday, March 21, 2013 10:45:21 AM Asia/Bangkok

Meski tak berpengalaman mengasuh bayi sebelumnya, nyatanya, keterampilan tersebut datang secara alami saat saya benar-benar telah resmi menjadi seorang Mom. Sebelumnya, saya tak pernah bisa membayangkan bagaimana cara menyusui bayi yang baru lahir. Tapi lihat saya tiga bulan kemudian. Saat itu, saya sudah mahir menyusui Kafka sambil berjalan menaiki tangga! Hebat, kan?

Tadinya saya berpikir bisa menjadi Mom yang hebat lewat belajar dan berguru pada mereka yang telah berpengalaman, atau bahkan melalui artikel-artikel di buku, majalah, maupun internet. Sewaktu hamil, saya seperti tak bisa berhenti membeli buku-buku panduan parenting yang tebal. Yah, buku-buku tersebut memang cukup berguna, tapi saya akui, bukan buku-buku tersebut yang (akhirnya!) membuat saya menjadi mahir mengurus bayi. Rasa sayang dan keinginan memberikan yang terbaik pada si kecillah yang akhirnya membuat saya mampu melakukan apa pun.

Tak hanya mahir mengurus bayi, saya akhirnya menyadari bahwa seiring dengan itu, saya pun jadi punya kemampuan baru, yaitu bekerja dengan satu tangan! Iya, satu tangan menggendong si kecil, dan tangan yang lainnya melakukan hal-hal penting, seperti mengoles roti, bahkan mengetik. Setelah dibuat list, ternyata ada 10 hal yang bisa saya lakukan dengan satu tangan. Ini dia, Moms (sstt…, Anda juga bisa, kok, berlatih melakukannya!):

1. Mengirim SMS atau BBM Meski repot mengurus dan menggendong si kecil, tapi sama sekali tak mudah bagi saya untuk mengabaikan pesan yang masuk ke ponsel. Tak mungkin, dong, bolak-balik saya meletakkan si kecil ke tempat tidur setiap kali hendak membalas SMS atau BBM. Akhirnya, saya ‘memaksakan’ diri untuk tetap membalas pesan tersebut satu-persatu. Tentu saja tak mudah mengetik di ponsel qwerty hanya dengan satu jari, apalagi jika ukuran ponsel Anda tergolong lebar. Memang, sih, butuh waktu cukup lama untuk mengetik satu kalimat. 2. Mengoles mentega pada roti tawar Di bulan pertama menyusui, hampir setiap jam saya selalu merasa kelaparan dan kehausan. Salah satu camilan andalan saya adalah roti tawar beserta dengan segala isinya. Tapi, asisten rumah tangga tidak selalu bisa setiap saat membantu saya. Jadilah saya harus mandiri. Sambil menggendong si kecil, saya mengeluarkan dua lembar roti tawar dari bungkusnya, mengoleskan mentega di salah satu sisinya, dan menaburkan cokelat meises di atasnya. Mudah, ternyata!

3. Membungkus kado Di usianya yang baru 6 bulan, Kafka sudah mendapat undangan ulang tahun. Saya tak sempat membungkus kado sampai detik-detik terakhir menjelang waktu pesta. Untunglah, ada kantong kertas bergambar siap pakai yang bisa digunakan sebagai pengganti kertas kado. Saya cukup memasukkan kado ke dalam kantong, menempelkan satu buah selotip di atas kantong, dan menempelkan pita sebagai pemanis. Kami pun siap berangkat ke pesta.

4. Melipat pakaian bayi dan memasukkannya ke lemari Saya tak senang melihat tumpukan pakaian bayi di atas tempat tidur. Rasanya bikin tempat tidur jadi tambah sempit. Jadilah, sementara saya duduk sambil menggendong dan menyusui Kafka, tangan saya yang satu lagi sibuk melipat dan membereskan pakaian Kafka yang belum sempat dimasukkan ke dalam lemari.

5. Membayar belanjaan dan membawa kantong belanja Ketika usia Kafka baru 2 tahun, saya sempat ditinggal suami bekerja di luar kota selama 3 bulan. Otomatis, segala urusan rumah tangga, termasuk belanja bulanan, harus saya lakukan sendiri. Kadang, karena tak tega meninggalkan Kafka berdua saja dengan pengasuh, saya membawanya ke supermarket. Menggendong Kafka yang waktu itu beratnya 14 kg sambil membayar belanjaan di kasir? Ternyata, tidak seberapa sulit, kok. Begitu juga dengan menenteng satu atau dua kantong belanjaan.

6. Mengetik di laptop Selama cuti melahirkan 3 bulan, saya tetap melakukan pekerjaan menulis artikel-artikel pendek untuk majalah. Biasanya, sih, saya lakukan saat Kafka sedang tidur. Tapi sering juga saya mengetik sambil menggendong dan menyusui Kafka. Kalau begini, kuncinya cuma satu, yaitu mencari posisi menyusui yang senyaman mungkin. Biasanya, sih, saya menyiasatinya dengan menumpuk beberapa bantal sekaligus.

7. Membuat jus Setelah usia Kafka masuk 6 bulan, tugas saya setiap malam bertambah, yaitu membuat jus untuk camilan malamnya. Tugas yang ringan, sebenarnya. Saya hanya perlu memasukkan potongan melon dan perasan air jeruk manis ke dalam blender. Nah, karena urusan memotong buah ini agak sedikit merepotkan, saya minta tolong pada asisten rumah tangga agar setiap hari sudah menyiapkan potongan buah di dalam kulkas. Jadi, tak ada lagi urusan saya dengan benda tajam saat membuat jus sambil menggendong si kecil.

8. Berdandan Bisa dibilang, berdandan adalah hal mewah yang bisa dilakukan Moms ketika punya bayi. Saya sudah membiasakan diri untuk berdandan seadanya saat punya bayi. Tapi, tetap saja ada saat-saat tertentu yang membuat saya harus dandan ekstra, seperti saat akan menghadiri pesta. Dengan si kecil Kafka di pangkuan, saya duduk di depan meja rias untuk mulai berdandan. Cukup sulit, sih, mengoleskan pelembab, foundation, dan bedak saat ada bayi aktif yang ingin menggapai apapun di pangkuan Anda. Tapi, ternyata berhasil, tuh!

9. Menyiapkan kebutuhan suami Saya adalah tipe istri yang selalu menyiapkan kebutuhan suami setiap pagi sebelum ia berangkat ke kantor. Mulai dari perlengkapan mandi hingga pakaian dan kaos kaki yang akan ia pakai ke kantor. Nah, sejak ada si kecil, kesibukan saya di pagi hari kian bertambah. Selain berdandan dan menyiapkan keperluan suami, saya juga masih harus memandikan, memakaikan baju, dan menyusui si kecil hingga kenyang sebelum saya berangkat ke kantor. Nah, di sela-sela merapikan dan menyusui si kecil inilah saya manfaatkan satu tangan saya untuk mengambil baju dan celana kerja suami dari lemari, dan meletakkannya di atas tempat tidur.

10. Menyiapkan makan malam Menyiapkan makan malam di sini bukan dalam arti saya memasaknya dan kemudian menghidangkannya di meja makan, lho. Tapi, sekedar membuka bungkus makanan yang saya beli di restoran, menaruhnya ke dalam piring saji, dan menghidangkannya di meja makan.

-Van

This entry was posted in Ibu and tagged

Share this article on

Leave A Response

Comments are Closed for this post